Saturday, June 6, 2009

Penjual Emas Asli tapi Palsu

Tukang emas menjajakan dagangannya kepada para penduduk, dia tidak sendiri ada beberapa tukang emas lama yang juga menjajakan dagangan yang sama dengan setandart tak jauh berbeda, perdagangan biasa-biasa saja tak ada yang istimewa, mungkin karna harga emas yang mahal sementara dunia semakin krisis.

Seorang Tukang emas merasa jenuh dengan keadaan itu, dia sepertinya kehilangan kesabarannya, dan akhirnya dia mengambil ide gila, dengan bersekongkol dengan sejumlah penguasa dzolim untuk membungkam atau mengusir tukang emas yang ada dan tidak mau diajak kerja sama, kerja sama dalam menyebarkan emas imitasi yang harganya lebih murah dan tidak berkualitas tapi dijadikan seolah sebagai mas murni sampai masyarakat yakin bahwa itu adalah mas murni.

Mulailah aksi mereka dilaksanakan, sang penguasa dzolim merazia semua emas, atau tukang emas yang tidak mau diajak kerja sama tanpa terkecuali, tutuplah dan gulung tikarlah semua tukang emas yang ada, beberapa waktu kemudian bermunculan para penjual emas baru, dengan harga yang murah, dan iklan yang luar biasa hebat meyakinkan masyarakat bahwa emas tersebut adalah emas Asli, seraya mengambil contoh kekurangan emas-emas sebelumnya, sementara emas yang dijual sekarang lebih bagus dan berkualitas tanpa kekurangan, itulah emas yang harganya tidak bakalan turun.

Masyarakat pun berbondong-bondong membelinya, ada berbagai masyarakat yang membeli dalam jumlah banyak kemudian dijual kembali ketempat yang belum ada, dengan iklan yang sangat meyakinkan pula, masyarakat pun berduyun-duyun membelinya, maka tersebarlah emas dalam bentuk baru yang diyakini oleh masyarakat sebagai emas murni yang berkualitas tinggi tak tertandingi, emas no satu.

Datanglah di suatu waktu seorang Ahli emas dari daerah lain, dia terkejut dengan emas yang dia dapatkan pada daerah tersebut, emas itu berbeda dengan yang dia tahu, kemudian ahli emas itu pun mulai meneliti keaslian emas tersebut yang sudah memasyarakat, dan hasilnya ternyata emas itu adalah emas palsu, hanya lapisannya yang bagus sehingga dapat menutup kepalsuan emas tersebut, sungguh dia sangat kagum pada penjual emas palsu yang bisa mengemas emas palsu menjadi seolah emas asli dan pelapisnya tak berubah dalam waktu yg seperti emas murni.

Dia pun merenung, jika dia mengumumkan kepada masyarakat bahwa emas itu palsu, maka siapa yang akan percaya, sementara masyarakat telah yakin dg emas tersebut, kalau toh pun dia melawan arus resikonya bisa fatal, dia bisa dicomot oleh penguasa dzalim yang memback-up para pedagang emas palsu tersebut. Akhirnya dia pun ikut berdegang dan mempelajari pembuatan emas imitasi tersebut, dan dia menjadi pembuat emas imitasi sekaligus penjualnya, untungnya pun tak terkira banyaknya, dia menjadi orang kaya karna berhasil menipu masyarakat.

Datanglah Tukang emas berikutnya yang melihat pasar emas yang begitu ramai di daerah tersebut, seperti tukang emas yang pertama dia merasa kaget dengan emas yang beredar, namun berbeda dengan tukang emas sebelumnya, tukang emas ini lebih berani mengatakan yang benar, dia mulai bertriak dihadapan masyarakat, dan akhirnya aparat pemerintahan dzolim itu menangkapnya dan kembali meyakinkan masyarakat akan keaslian emas yang berdedar. Setelah keluar dari penjara dengan diambil janji untuk tidak mempengaruhi masyarakat, sang tukang emas itu bebas dari penjara, tetapi dia merasa kasihan kepada penduduk yang tidak tahu bahwa diri mereka sedang dibohongi.

Tukang emas itu mengambil beberapa penduduk untuk keluar dari negeri tersebut dengan membawa emas yang mereka miliki agar diteliti diluar negri, beberapa orang yang dibawa keluar negri itu meneliti disebuah penelitian emas yang terkemuka, dan ternyata hasilnya memang benar, bahwa emas itu adalah palsu. Namun mereka mengakui sulit untuk mengumumkan hal itu di negri mereka, karna para tukang emas yang tahu dan tersohor di negri itu telah dikuasai oleh pemerintahan yang dzolim. wal hasil perdagangan dan penyebaran emas palsu dinegeri itu makin marak, bahkan sebagian orang menjual di negri lain dengan sasaran orang yang tidak tahu menahu tentang emas, Masyarakat awam yang hanya konsumtif, berikut pembuktian yang meyakinkan segala sertifikat pengujian dan segala bukti yang telah dikeluarkan oleh Negri dzolim tersebut, bahka sertivikat emas dari negri lain di rubah dan dilegitimasi oleh negri yang menyebarkan emas asli tapi palsu tersebut.

Itulah kira-kira analogi sederhana tentang penyebaran Aqidah Sawah yang mengaku sebagai ahlussunnah wal jama'ah yang murni, sejatinya begitu banyak sesuatu yang disembunyikan dalam kedok keren mereka, penguasa yang berkuasa bisa seenaknya melakukan yang disuka dan menuduh yang tidak sesuai dengan mereka. Syeh Nurdin yang lama tinggal di Makkah sekolah di Makkah kemudian melanjutkan belajar di mesir, maka beliau menemukan kesalahan dan kepalsuan kaum Sawah ini, demikian pula cerita sahabat penulis yang kuliah di makkah, kemudian melanjutkan di syuria, ternyata dia tidak beraqidah Sawah, namun berbeda dengan orang yang datang dan hanya menuntut ilmunya di negri saud saja, maka tak ayal dia menjadi Lc, tetapi Lc yang hanya tahu kehebatan aqidah yg didoktrinkan kepadanya, membawa sertifikat asli tapi palsu.

Imam Bukhori dikomentarai "Tidak akan berkata demikian seorang Muslim yang beriman" oleh albani, ketika beliau menta'wil ayat "wayabqo wajhu robbika..."

Ibnu Hajar al-atsqolani dan Imam Nawawi diceritakan mereka sebagai ulama'-ulama besar yang mengatakan maulid nabi sebagai hal yang bid'ah, tetapi mereka tidak setuju dan bahkan menutup-nutupi dengan pembagian bid'ah oleh kedua imam besar tersebut, mereka menolak pembagian bid'ah kepada bid'ah hasanah dan madzmumah. tapi mereka berteriak bahwa kedua imam tersebut berpendapat maulid nabi adalah bid'ah yang padahal ulama' tersebut menyebutkan maulid nabi adalah termasuk bid'ah hasanah. Mereka pun mempelajari kitab2 karangan imam besar tersebut untuk meyakinkan masyarakat akan keaslian mereka.

Wallahu a'lamu bishowab. Nastaghfirullahal adzim min kulli dzambin adzim. Ihdina ashirotol Mustaqiem.
--
Your Best Regard
http://www.rumahvendi.phpnet.us

Thursday, June 4, 2009

Salahkah memilih Madzhab As-syafi'ie

Ada sebagian kelompok yang cemburu denganku atau yang seprtiku, karna aku taassub dengan imam As-syafi'ie, bahkan mengatakan saya taklid buta, tassub yang berlebih, bahkan ada yang meremehkan kenapa mesti bermadzhab?

Maka dengan Bangga saya mengatakan iya benar saya muqollid atau seorang yang taqlid kepada imam As-Syafi'ie 'Alimul Quraisy yang dijuluki naasirussunnah (pembela Sunnah) oleh para ulama'. Dengan bangga saya katakan bahwa saya taassub dengan Imam As-syafi'ie RA, karna tidak hanya ikut2an, karna saya tahu siapa beliau? dan saya yakin siapa saja yang cemburu dan meremehkan beliau, mereka tidak tahu banyak akan siapa Muhammad ibnu Idris As-syafi'ie R.A.

Suatu hari seoroang syeh memberikan tausiah pada bulan ramadhan, pada pertengahan tausiah beliau minta diambilkan minum, seorang jamaah protes "ya syeh, ini bulan Ramadhan, syeh tidak puasa??", beliau menjawab "Puasa wajib bagi orang yang sudah baligh, sementara aku belum baligh" Beliaulah seorang Mufti yang terhitung paling muda disepanjang zaman, Imam As-syafi'ie.

Sebelum berguru kepada imam Malik, beliau sudah hafal kitab muwatha', suatu hari beliau minta surat pengantar dari gubernur makkah kemudian menghadap wali madinah untuk menghantar menghadap imam Malik, sang wali kota madinah menjawab "ya Muhammad, saya lebih baik berjalan kaki tanpa alas ke makkah, daripada harus menghadap imam Malik, aku tak pernah merasa kecil, kecuali berhadapan imam Malik".

Sungguh wibawa yg luar biasa dari Imam Malik, namun imam syafi'ie mendesak akan kewajiban sang wali kota untuk mengantar Muhammad As-syafi'ie untuk belajar kepada imam Malik, menghadaplah mereka berdua, sang wali kota madinah menyerahkan surat pengantar dari makkah dengan gemetaran, benar perkiraan wali kota, setelah imam Malik membaca surat tersebut, surat itu dibuang "Bukan begini caranya ingin ngaji" kata imam Malik, sang wali pun gemetaran tak bisa berbicara, keluar kringat dingin, Namun imam syafi'ie dengan berani menghadap dan mengutarakan maksudnya sendiri, imam Malik memperhatikan dan menyimak tutur kata Imam syafi'ie dan melihat sejenak dan berkata "wahai pemuda, anugrah Allah dlm dirimu jangan cemari dengan maksiat jauhilah maksiat?", imam syafi'ie menjawab, "Syukur atas anugrah Allah, ini adalah suatu kemulyaan dari Allah SWT", Imam malik mempunyai firasat yang kuat setelah memandang Muhammad As-syafi'ie yang masih belia berumur kurang lebih 15 tahun.

Kemudian Imam Malik berkata "baiklah, kembalilah besok hari dengan membawa juru baca" Muhammad Syafi'ie menjawab, "jika diperkenankan saya akan membacakan sendiri kitab tuan dihadapan tuah?" imam Malik merestui, keesokan harinya, mulailah imam Syafi'ie belajar pada imam Malik, setiap kali imam syafi'ie membaca dan khawatir ada yang salah beliau berhenti membaca, namun imam Malik selalu menegaskan "lanjutkan hai pemuda, lanjutkan terus" dan hanya dalam beberapa hari saja imam syafi'ie menghatamkan kitab muwatho' Malik.

Jika kita renungkan siapa yang menjadikan Imam syafi'ie begitu cerdasnya, padahal masih relatif muda, Beliau adalah keturunan Bangsa Quraisy sebagaimana yang di isyaratkan Rasulullah, beliau masih satu keturunan dengan Rasulullah, Beliau sudah Hafal Al-qur'an dari usia 8 tahun, diangkat menjadi mufti masih belia. Untuk lebih jelasnya baik yang cemburu akan ketassuban para pengikut Imam Syafi'ie, dan para muqollid seperti saya kepada imam As-syafi'ie, silahkan anda mengenal terlebih dahulu siapa Imam as-syafi'ie melalu pengajian kitab Manaqib Imam As-syafi'ie yang dikarang Imam Baihaqi.

Taqlidnya kami, karna kami tahu dan mengenal beliau, peremehan sebagian orang yang cemburu akan ketaasuban kami terhadap beliau dan melarang Taklid dan terlalu ta'assub, justru mereka lebih tidak tahu apa-apa hanya mengatakan tuduhan kosong jangan Ta'assub jangan taklid. Padahal mereka tidak tahu taassubnya kami dan taklidnya kami, karna kami tahu dan mengenal imam as-syafi'ie RA, bagaimana melandaskan segala amalannya, perkataannya, segala gerak-geriknya berdasarkan atas Al-qur'an dan Hadits, sampai beliau dijuluki sebagai "Naashirussunnah". Buat apa orang yang mengaku bermanhaj salaf, belandas langsung pd Al-qur'an dan Hadits, tapi ternyata lebih rendah pengetahuannya dan lebih jauh kenyataannya akan kesesuaian dengan Al-qur'an dan As-sunnah dari pada orang yang hanya mengaku Muqollid, dan taassub dan mengakui tuduhan itu.

Berikut bagi siapa saja yang Ingin mengenal lebih jauh sosok Imam As-syafi'ie RA, beberapa tausiyah dari syeh Muhammad Nuruddin tentang Manaqib As-syafi'ie berbahasa Indonesia yang diikuti oleh Mahasiswa2 Mesir. wallahu a'lambu bishowab.

Salah satu syarat mendapatkan ilmu adalah sabar dan membutuhkan waktu yang lama, demikian pula, sabar menjadi syarat untuk mendownload file-file berikut ini.

manaqib_muqaddimah.flv
manaqib_nasab_imamsyafie_57.flv
manaqib_mulianya_bangsaquraish_37.flv
manaqib_kehebatan_imamsyafie_32.flv
manaqib_syafie1.flv
manaqib_bab_pergi_yaman.flv
manaqib_mimpi_syafie.flv
manaqib_posisi_harun.flv
manaqib_mujaddidagama_46.flv


Sumber Link dari : http://www.mymkkk.tv/
--
Your Best Regard
www.rindurosul.wordpress.com
http://www.rumahvendi.phpnet.us

Tuesday, June 2, 2009

Melukis Sejarah

Melukis Sejarah

Hampir sepertiga atau bahkan lebih dari kandungan isi al-qur'an adalah menceritakan sejarah orang-orang zaman dahulu yang bisa dipetik sebagai hikmah dan pelajaran, yaitu melihat masa lalu, menentukan sikap pada saat ini dan merencanakan sejarah yang akan kita ukir dimasa yang akan datang, agar sejarah itu bisa menjadi hal yang berarti dan bermakna.

Ketika suatu keburukan telah terlanjur kita lakukan, maka Allah sangat membenci seorang yang berbuat maksiat kemudian dia menceritakan kemaksiatannya kepada temannya, apalagi dicatat sebagai sejarah, adapun sejarah yang kita baca dalam al-qur'an tentang perilaku orang jahat dan tidak baik, mereka adalah orang-orang yang dibenci Allah dari sebab terang-terangan melakukan maksiat dan kejahatan mereka, oleh sebab itu Allah murka kepada mereka dan memberi adzab sebagai ibroh (pelajaran) bagi kita.

Sementara rahmat Allah yang begitu luasnya, begitu senangnya Allah kepada hambanya yang bertaubat yang tadinya bermaksiat dengan terang-terangan, membunuh sampai tak kurang sembilan puluh sembilan orang (dalam shohih bukhori) dan akhirnya menyesali perbuatannya, dan begitu ingin bertaubat sekiranya ada celah untuk memperbaiki hidupnya, menghadaplah dia pada seorang ahli ibadah yang tak tahu banyak ilmu yang menjawab bahwa murka allah sangat besar padanya, dan pintu taubat tak mungkin terbuka untuknya, maka orang tersebut seolah putus asa dan digenapkanlah jumlah membunuhnya sampai seratus orang, yaitu orang ahli ibadah tsb. Namun dia masih terus ingin bertaubat dan berbuat baik merusbah jalan hidupnya apapun yang ia harus lakukan sekiranya pintu taubat masih terbuka untuknya, maka dia akan lakukan, terdapat ulama yang lebih alim di negri tersebut, dan dia mendatanginya.

Sesampai ditempat ulama' tersebut, sang ulama menjawab "Ada kesempatan Taubat untuk orant tersebut", alangkah bahagianya orang itu, dan dia disarankan untuk berhijrah ke sebuah negri untuk menemui seseorang, dia tidak diperkenankan kembali menemui ulama' tersebut sebelum sampai dan bertemu dengan seseorang di negri yang ditujunya. Seperti anak kecil yang bahagia diberikan mainan, orang tersebut begitu bersemangat dan berkemas untuk segera pergi ke negri yang dimaksudkan ulama tersebut, segera dia melakukan perjalan taubat, perjalanan penuh dg kebahagiaan dan menyambut hari cerah menanti disana.

Dia berjalan dan terus berjalan, kaki yang lecet tiada terasa, panas terik matahari, perut lapar jarang dihiraukan, dia tidak mau membuang banyak waktu untuk segera sampai pada negri yg dituju, dia tidak tergiur oleh apapun jua, yang dia harapkan hanyalah pengampunan dari Allah SWT. Namun ditengah perjalanan dia meninggal dunia dan belum sampai pada negri yg dituju.

Datanglah dua malaikan, Malaikan Rahmah dan malaikat Adzab, yang berebut untuk membawa jiwanya, malaikan Rahmah ingin mengambilnya, karna dia telah bertaubat namun malaikan adzab mencegah dan ingin membawanya karan dia belum sempat bertaubat dan belum sempat berbuat baik, datanglah jibril diutus oleh Allah sebagai penengah, dan disarankan oleh jibril untuk menghitung jarak negri yang ditinggalkan dg negri yg dituju. Jika jauh negri yang ditinggal dan dekat negri yang dituju maka malaikat Rahmat yang berhak atasnya hal sebaliknya untuk malaikan adzab, dan ternyata hasilnya negeri yang dituju lebih dekat satu jengkal ketimbang negri yang ditinggalkan, akhirnya malaikat Rahmatlah yang berhak atas jiwa orang tersebut.

Allah menyambut taubat orang yang mau bertaubat secara benar-benar taubat, dengan sambutan yang penuh Cinta, sangat bahagia, sungguh cinta Allah tidak seperti makhluknya, namun sebagai gambaran akan begitu dahsyatnya cinta Allah kepada hambanya yang bertaubat, dalam shohih Muslim diriwayatkan, bahwa seseorang begitu sedih dan merana kehilangan hewan tunggan bersama barang bawaannya diatas punggung hewan tersebut, berada ditengah daerah yang tak bertuah, dan mustahil untuk bisa menemukannya kembali dia putus asa, dan bersandar dibawah pohon seraya berdoa dan memasrahkan diri pada Allah.

Dan tiba-tiba hewan tunggangannya datang bersama seluruh bekal tak kurang diatas punggungnya, begitu girang dan bahagianya dia seraya bersyukur dan bahagia mengucap kepada Allah "ya Allah enkaulah hambaku dan aku tuhanmu" dia salah ucap karna kegirangan, tapi Allah memaafkannya. Demikian gembiranya orang tersebur mendapatkan hewan tunggangannya, dan kegembiraan Allah SWT, lebih dari itu ketika mendapati hambanya yang mau bertaubat.

Indahnya sejarah orang yang mau bertaubat, namun sebaliknya terdapat riwayat seorang ulama' besar yang memiliki murid sampai ribuan, bahkan tidak hanya dari kalangan manusia, juga dikalangan jin pun berguru padanya, setiap hari haus akan ibadah dan beribadah kepada Allah, kemudian setan menyamar menjadi seorang ahli ibadah yang bisa berpuasa setiap hari, sang ulama ingin seperti itu, dan terpancing untuk bertanya, sang setan-pun menasehati untuk berbuat dosa sedikit agar bisa bertaubat dengan serius, bagaimana mungkin bisa taubat dan serius dlm beribadah bila tak punya dosa?

Sang ulama' pun faham dg akalnya, dan akhirnya bertanya kira2 dosa apa yg bisa memicunya untuk bertaubat? iblis yang menyamar seorang syeh menjawab "pilih salah satu dari tiga: membunuh, berzina atau minum khamer. Sang ulama berfikir sejenak, jika dia membunuh resikonya besar, keluarga yg dibunuh tidak akan trima, jika berzina maka orang yg di zinainya bisa menyebarkan aibnya, kemudian dia memilih minum khamar, pergilah dia ke sebuah penjual arak, dan meminum arak disana, tenyata dia mabuk dan tak kuat mengendalikan akal, sang penjual arak seorang perempuan, diperkosanyalah perempuan itu anaknya yang ingin membela ibunya yg diperkosa dibunuhnya, dan akhirnya jeritan itu diketahui penduduk sehingga dipukul beramai-ramai, dan diarak di alun-alun, kembali setan menyamar menjadi seorang hakim atau ketua suku yang mengadili dan menawarkan pembebasan. "kalau engkau menuruti yang aku printah maka engkau aku bebaskan"(kata setan yang menyamar hakim). "apa yang kau minta?" jawab ulama yg tersesat itu. "aku minta tunduklah padaku, percayalah padaku, dengan tundukkan kepalamu padaku sebagai tanda ketaatanmu" jwab setan. ulama' pun menurutinya, dan saat itu nyawanya diambil oleh malaikat maut. Naudzubillahi min dzalik. sungguh sejarah kehidupan yang sangat disayangkan.

Ya ikhwan, kewaspadaan terhadap kematian, dan akhir daripada sejarah hidup didunia sangat penting, kapan saja, dimana saja, dan dalam keadaan apapun, Allah maha kuasa untuk meng akhiri sejarah kehidupan kita. akankah akhir yang baik atau akhir yang buruk sungguh kita berlindung dari akhir yang buruk, jangan berikan celah kesempatan sedikitpun akan godaan iblis setan yang terkutuk, Nabiallah Adam diusir dari syurga dengan satu dosa, jangan biarkan satu dosa menyebabkan datangnya kemurkaan Allah apalagi dosa yang banyak segeralah bertaubat, mari kita bertaubat dengan Taubatan Nasuha.

Wallahu a'lamu bishowab. By : Komarudin Evendi 

--
Your Best Regard
www.rindurosul.wordpress.com
http://www.rumahvendi.phpnet.us

Monday, June 1, 2009

Perpaduan cita-cita suami istri

Seorang office boy di sebuat perusahaan terkemuka di kawasan sumatra sebut saja namanya dengan Syakir, telah bekerja selama kurang lebih 25 tahun, dia memiliki seorang istri dan dua orang anak, hidupnya hanya bekerja kemudian pulang ke rumah menemui keluarganya, hal itu dilakukan dengan istiqomah terlihat tanpa rasa jemu dan bosan diwajahnya, padahal pekerjaannya dari mulai bekerja sampai dengan saat dia akan keluar yaitu pada tahun ke dua puluh lima, hanya sebagai office boy, membersihkan kantor, membuat minuman, ngepel, nyapu dll, gaji yang didapatkannya pun dari perusahaan dia bekerja tidaklah begitu besar, dia menyadari dan mensyukuri gaji office boy yang tidak seberapa itu.

Setiap pulang ke rumah di sore hari, pak Syakir selalu ceria, karna istrinya selalu menyambutnya dengan senyum ceria, dengan pakaian rapih, rumahnya rapih dan terkadang sang istri memberikan kejutan masakan kue yang dapat menyenangkan hati suaminya, pak Syakir begitu mencintai istrinya yang tidak banyak neko-neko, tidak pernah mengeluh keuangan dan jarang meminta materi kepada pak Syakir, walaupun gajinya tidaklah seberapa.

Pada setiap akhir bulan selepas gajian, Pak Syakir menyodorkan amplop yang berisi uang gajinya selama satu bulan kepada istri tercintanya untuk kebutuhan keluarga, seprti biasa istrinya mengucapkan trimakasih sambil menerima dan bersyukur kepada Allah seraya berdoa semoga uang yang diamanahkan kepadanya bisa barokah, tak jarang sang istri memijit punggung pak Syakir dengan penuh kasih sayang dan wajah yang cerita, serta menceritakan rasa syukurnya mendapatkan suami pak Syakir. Tak pernah memandang ke atas dalam hal materi, dan selalu membesarkan hati pak Syakir untuk selalu bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan pada keluarga sederhana tersebut, perbandingannya adalah keluarga yg lebih susah dari pada mereka, dan syukur atas kekayaan cinta dan kasih sayang serta sakinahnya keluarga itu yg tiada ternilai oleh apapun.

Pak Syakir telah mempunyai anak yang sudah dewasa dan telah bekerja pula, kemudian dia ingin beristirahat dari pekerjaannya yang sudah lama digeluti, dia ingin pulang kampung untuk bercocok tanam, yang waktunya tidak terikat oleh perusahaan, sekaligus ingin memfokuskan untuk lebih tenang beribadah, toh kebutuhan sudah agak ringan, kemudian pak Syakir mengungkapkan maksud keinginannya kepada istrinya, dan maksud keinginannya pula yang ingin menggunakan uang pesangonnya yang mungkin cukup untuk berangkat haji berdua dengan istrinya.

Istrinya menanggapi positif dan mendukung keinginan suaminya tercinta, pak syakir bermaksud berhenti bekerja, kemudian uang pesangon dari perusahaan dia bekerja akan diambil untuk modal berangkat naik haji bersama istrinya, kemudian rumah dan harta benda yang ada dijual untuk pulang kampung dan pindah ke kampung membeli tanah dikampung membuat rumah dan membeli ladang untuk bercocok tanam.

Alangkah terkejut dan harunya pak Syakir tat kala istrinya pergi ke kamar, kemudian kembali dengan membawa buku tabungan yang berisi sejumlah uang yang tidak sedikit seraya menjelaskan bahwa uang itu adalah uang gaji pak sakir sisa dari uang belanja tiap bulan yang ditabung selama 25 tahun lamanya dan menghasilkan uang yang cukup untuk berangkat haji. Pak Syakir benar-benar haru dan kagum kepada istrinya, rasa sayangnya meluap-lupa seraya memegang tangan istrinya, memeluk serta menciumnya, tak tertahan air mata menetes dari pipinya karna haru dan bahagia. Ternyata istrinya juga bercita-cita yang sama ingin berangkat haji bersama suami tercintanya. Subhanallah.
--
Your Best Regard
http://www.rumahvendi.phpnet.us

Saturday, April 25, 2009

Nasihat Rasulullah kepada Fatimah dan Muslimah umumnya

Semoga seluruh ummat Baginda Rasulullah Syaidina Muhammad SAW dari awal mula hingga akhir kesemuanya selalu mendapatkan pandangan kasih sayang, kecintaan dan kemuliaan dari Allah Jalla Jallaluhu..robba Makkah wa sofa.... amin


Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui anakndanya Fatimah az-zahra rha. Didapatinya anakndanya sedang menggiling syair (sejenis bijirin) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis.

Rasulullah SAW bertanya pada anakndanya, "Apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fatimah? semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis". Fatimah rha. berkata, "ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumahtangga lah yang menyebabkan anaknda menangis".

Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi anakndanya. Fatimah rha melanjutkan perkataannya, "ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta 'Ali (suaminya) mencarikan anaknda seorang jariah untuk menolong anaknda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah?".

Mendengar perkataan anakndanya ini maka bangunlah Rasulullah SAW mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya "Bismillaahirrahmaanirrahi
im".

Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah SWT. Rasulullah SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk anakndanya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya.

Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, "berhentilah berputar dengan izin Allah SWT", maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang berkuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata. Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, "ya Rasulullah SAW, demi Allah, Tuhan yang telah menjadikan engkau dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya, kalaulah engkau menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun niscaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang berbunyi : (artinya)

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan".

Maka hamba takut, ya Rasulullah kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, "bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fatimah az-zahra di dalam syurga". Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia.

Rasulullah SAW bersabda kepada anakndanya, "Jika Allah SWT menghendaki wahai Fatimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat.

Ya Fatimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat.

Ya Fatimah, perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit.

Ya Fatimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang.

Ya Fatimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat.

Ya Fatimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keredhaan suami terhadap isterinya. Jikalau suamimu tidak redha denganmu tidaklah akan aku do'akan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahwa redha suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?.

Ya Fatimah, apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil.

Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga, dan Allah SWT akan mengkurniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.

Ya Fatimah, perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya semua dan Allah SWT akan memakaikannya satu persalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikurniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah.

Ya Fatimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat.

Ya Fatimah, perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menghias rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit(malaikat), "teruskanlah 'amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang".

Ya Fatimah, perempuan mana yang meminyakkan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya sertakukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai syurga dan Allah SWT akan meringankan sakratulmautnya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga serta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Sirat"

(dari website Majelis Rasulullah)

Bersyukur bagi para ibu rumah tangga yang tidak memiliki pembantu :)
--
Your Best Regard
www.komarudin.co.cc /
http://www.vendiudin.phpnet.us

Friday, April 17, 2009

Lihat profil Facebook saya

facebook

Lihat profil Facebook saya


Hai Kisah,

Saya membuat profil Facebook yang dapat saya kirimi foto, video, dan acara saya dan saya ingin menambahkan Anda sebagai teman sehingga Anda dapat melihatnya. Sebelumnya, Anda perlu bergabung dengan Facebook! Setelah bergabung, Anda dapat juga membuat profil Anda sendiri.

Terima kasih,
Kakang

Untuk mendaftar ke Facebook, ikuti tautan berikut:
http://www.facebook.com/p.php?i=1578955029&k=R6GXYZPY4W6M5EFDT164X4&r
endyen.kisah@blogger.com diajak bergabung di Facebook oleh Kakang Vendi. Jika Anda tidak ingin lagi menerima email sejenis dari Facebook, silakan klik di sini untuk berhenti.
Kantor Facebook beralamat di 156 University Ave., Palo Alto, CA 94301.

Monday, March 16, 2009

Aku mahu tinggalkan dunia dalam sujudku

Aku mahu tinggalkan dunia dalam sujudku

SUATU malam ketika aku sedang nyenyak tidur tiba-tiba aku melihat seolah-olah ayahanda menjelma di hadapanku. Perasaan kasih pada ayahanda tidak dapat ditahan-tahankan lagi, lalu aku berteriak: "Ayah... sudah lama tiada berita dari langit sejak ayahanda tiada!"
Waktu itu aku terlalu rindu setelah beberapa hari ayahanda wafat. Ketika aku sedang memanggil-manggil ayahanda, muncul pula para malaikat bersaf-saf lantas menarik tanganku, membawa aku naik ke langit.

Apabila aku mendongak temampaklah istana-istana indah yang dikelilingi taman-taman pawana serta anak-anak sungai mengalir saujana mata memandang.
Keindahan istana demi istana dan taman demi taman berjajaran di hadapan mata begitu mengasyikkan. Dari celahan pintu-pintu istana tersebut menjelmalah para bidadari seolah-olah patung bernyawa yang sangat jelita, sentiasa tersenyum dan bergelak ketawa. Bidadari itu berkata kepadaku: "Selamat datang wahai makhluk yang diciptakan syurga untuknya, dan kerana ayahanda kamu, kami diciptakan.. ."
Malaikat itu terus membawa aku naik ke langit seterusnya sehingga memasuki sebuah tempat yang dipenuhi istana-istana yang lebih indah daripada sebelumnya. Cahayanya bergemerlapan.
Dalam setiap istana itu terdapat rumah-rumah berisi pelbagai perhiasan indah yang belum pernah dilihat mata, tidak terdengar di telinga dan tidak pernah tersirat di hati. Penghuni istana-istana ini sentiasa bergembira, bergelak ketawa dan ceria. Di istana itu terdapat pelbagai kain sutera nipis dan tebal. Juga terdapat selimut-selimut daripada sutera dengan pelbagai warna dan corak.
Di atas rak-rak kelihatan pelbagai jenis gelas diperbuat daripada emas dan perak yang sungguh menawan. Pelbagai jenis hidangan makanan, buah-buahan serta air minuman yang lazat dan enak tersedia untuk dimakan. Pemandangan di taman-taman pula sungguh memukau dengan aliran sungai yang warnanya lebih putih daripada susu, rasanya lebih manis daripada madu dan baunya lebih semerbak daripada kesturi.
Aku yang kehairanan dan takjub lantas bertanya: "Untuk siapakah tempat-tempat indah sebegini dicipta? Apa nama sungai-sungai yang harum mewangi ini?"
Malaikat-malaikat itu menjawab:
"Tempat ini adalah Firdaus, tempat paling tinggi dan tiada lagi syurga di atasnya. Syurga Firdaus ini khas untuk singgahsana ayahandamu, semua rasul, nabi, para syuhada dan syiddiqun yang dicintai Allah. Sungai ini bernama al-Kautsar yang telah Allah janjikan kepada ayahandamu."
Aku bertanya lagi: "Di mana ayahandaku?"
Malaikat-malaikat menjawab: "Sebentar lagi ayahandamu akan datang menjemputmu! "
Tidak lama kemudian aku ternampak istana-istana yang sangat putih dan permaidani yang tersangat indah.. Tiba-tiba aku sudah berada di atas permaidani yang terbentang di atas singgahsana. Aku ternampak ayahandaku sedang berehat di atas singgahsana tersebut dikelilingi sekelompok orang yang tidak dikenali. Ayahanda menarik tanganku dan mencium dahiku berkali-kali.
Ayahanda berkata: "Selamat datang wahai puteriku!"
Lalu ayahanda meletakkan aku di atas pangkuannya dan berkata lagi:
"Wahai puteriku, tidakkah engkau lihat apa yang telah dijanjikan Allah kepadamu dan yang akan engkau perolehi?"
Ayahanda menunjukkan istana-istana yang disaluti bermacam-macam hiasan yang indah menawan serta berkilau-kilauan, saujana mata memandang. Ayahanda berkata: "Inilah tempat tinggalmu, kediaman suamimu, kedua-dua anakmu serta orang-orang yang mencintaimu dan mencintai mereka. Bergembiralah. .. engkau akan mengikut ayahanda datang ke sini beberapa hari lagi..."
Aku berkata: "Kalau begitu senanglah hatiku dan bertambah rindu pada ayahanda."
Selepas berjumpa beberapa ketika dengan ayahanda, aku terjaga. Tubuhku menggigil dan terasa takut yang amat sangat. Aku masih teringat-ingat bisikan ayahanda. Aku akan mengikut langkah ayahanda beberapa hari lagi. Aku masih ingat ayahanda berkata perkara yang sama sebelum wafat. Ayahanda pernah membisikkan bahawa akulah orang pertama yang menyahut panggilan Ilahi selepasnya.
Sejak hari ayahanda wafat lagi aku selalu menangis dan bersedih. Perasaan sedih makin terasa selepas bermimpi bertemu ayahanda. Aku tahu tidak lama
lagi aku akan meninggalkan dunia fana ini untuk bersama ayahanda tercinta di akhirat yang kekal, aman dan sentosa.
Aku menceritakan mimpi tersebut pada suamiku dan juga pembantuku Asma binti Umays. Aku beritahu saat ajal hampir tiba. Asma menunjukkan pelepah kurma basah untuk membuat usungan seperti yang dilihat dibuat di Habshah.
Aku tersenyum apabila melihat keranda itu. Aku berwasiat supaya jenazahku nanti dikebumikan pada malam hari agar tiada seorang pun yang marah apabila melihat jenazahku. Aku juga meminta suamiku supaya menikahi Umamah, saudara perempuanku. Umamah menyayangi anakku seperti aku menyayangi mereka.
Setelah merasa saat ajal hampir tiba aku membawa dua orang anakku menziarah makam ayahanda. Tubuhku terasa sangat lemah untuk memijak. Tapi aku gagahi juga untuk bersembahyang dua rakaat antara mimbar dan makam ayahanda.
Tidak lama lagi jasadku akan berpisah dengan roh. Aku akan meninggalkan dua puteraku. Lalu aku peluk dan cium kedua-duanya bertubi-tubi. Sayang, ibumu terpaksa pergi dulu...
Selamat tinggal sayangku, puteraku dan suami tercinta. Biarlah aku menghadap Ilahi tanpa tangisan sesiapa. Aku tidak sanggup melihat tangisan puteraku dan suamiku. Biarlah mereka berada di sisi makam ayahanda dan suamiku bersembahyang. Kalau boleh aku mahu tinggalkan dunia ini dalam bersujud pada Ilahi..
Aku terus meninggalkan dua puteraku dan membiarkan suamiku bersembahyang di masjid. Aku mengambil ramuan hanuth, sejenis pengawet mayat yang ayahandaku biasa gunakan. Aku siramkan air ramuan itu ke seluruh tubuhku. Kemudian aku memakai kain sisa kapan ayahandaku. Selepas itu sekali lagi aku memanggil Asma binti Umays yang sentiasa mengurus dan merawatku.
Pada Asma aku berpesan, "Wahai Asma, perhatikanlah aku. Sekarang aku hendak masuk ke rumah membaringkan tubuhku sekejap. Jika aku tidak keluar, panggillah aku tiga kali dan aku akan menjawab panggilanmu. Tetapi jika aku tidak menjawab, ketahuilah aku telah mengikut jejak langkah ayahandaku!"

Setelah sejam berlalu, Asma memanggil-manggil nama wanita itu tetapi tiada sebarang jawapan. Ketika penjaga itu masuk, dia terkejut apabila melihat wanita kurus cengkung itu meninggal dunia dalam sujudnya. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun...

***********
Aku dalam cerita di atas ialah Fatimah az-Zahra, anak Rasulullah dengan isteri pertamanya Siti Khadijah. Fatimah meninggal dunia dalam usia 28 tahun setelah 40 hari Rasulullah s,a.w. wafat dan jenazahnya dimakamkan di perkuburan Baqi' di Madinah. Masih adakah wanita solehah seperti Fatimah di zaman moden ini?

--
Your Best Regard : email lama : vendiudin@yahoo.com sekarang pindah ini ;)
www.komarudin.co.cc